My Little Note for The Big World

Enjoy life with responsibility

How To Stop Global Warming? It Starts From Ourselves!

with 5 comments

The Pollution

The Pollution

Pemanasan global mungkin merupakan isu lingkungan yang paling panas pada saat ini, terlebih lagi dengan adanya konferensi tingkat dunia di Bali. Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi masyarakat dunia untuk mengetahui pemanasan global sudah terjadi. Saya sendiri pun mengetahui perihal pemanasan global saat munculnya film “A Day After Tommorow” beberapa tahun silam, walaupun samar-samar mengerti dan tidak mengerti mengapa Bumi diselimuti es dan diterpa badai salju. Bagaimana jika kejadian tersebut benar-benar terjadi secara nyata? I can’t bear to imagine it. United Nations Climate Change Conference (UNFCCC) 2007 di Bali salah satunya bertujuan untuk menyepakati pengurangan emisi karbondioksida di seluruh negara. Terutama untuk AS yang merupakan negara penyumbang karbondioksida terbesar. Walaupun sampai tulisan ini diluncurkan, AS tetap bersikeras tidak akan meratifikasi Protokol Kyoto. Banyak yang berpendapat bahwa sikap AS tersebut adalah untuk melindungi kepentingan ekonominya.

Hari pembukaan pun diwarnai dengan demonstrasi sejumlah kelompok maupun organisasi pecinta lingkungan untuk mendesak AS meratifikasi Protokol Kyoto. Tetapi, hari pertama juga Australia mendapatkan tepung tangan yang panjang dari seluruh delegasi dari 192 negara karena menepati janjinya untuk meratifikasi Protokol Kyoto (Janji yang dikeluarkan oleh PM Australia yang baru Kevin Rudd). Langkah Australia ini besar peranannya dalam pengurangan emisi karbon yang merupakan penyebab utama dari pemanasan global.font-family:Verdana;”>Memang benar jika ada yang mengatakan bahwa untuk mengatasi pemanasan global dibutuhkan komitmen secara global. Contohnya adalah dukungan negara maju untuk negara berkembang. Karena rakyat miskin di negara berkembang adalah korban yang paling menderita dari dampak pemanasan global. Mengapa? Sebelum Saya membahas lebih lanjut, mari kita pinggirkan terlebih dahulu mengenai pemikiran secara global. Mari kita renungkan bahwa diri kita sendiri adalah penyebab pemanasan global.

Saya yakin pasti masih banyak masyarakat yang peduli akan kelangsungan kehidupan di Bumi ini, sehingga berpikir apa yang dapat kita lakukan. Apakah kita harus berdemonstrasi besar-besaran untuk memojokkan negara-negara penyumbang karbondioksida ke udara terbesar di dunia? Apakah dengan demonstrasi tersebut kita akan ditanggapi? Terlebih lagi apakah kita akan di dengar? Boleh-boleh saja berdemonstrasi, karena dengan demonstrasi ataupun bersuara menunjukkan bahwa ada tanggapan ketidaksetujuan maupun kesetujuan terhadapa sesuatu yang berdampak pada orang banyak. Tapi, sekali lagi, dan akan terus diulangi, renungkanlah, bukan hanya satu atau beberapa negara penyebab utama pemanasan global, tapi seluruh manusia di muka Bumi ini! Setelah direnungkan, kembalilah merenung dengan diri kita sendiri sebagai subjeknya. Saya tidak akan menulis alasan bahwa seluruh manusia secara individu maupun kelompok berpartisipasi sebagai penyebab utama pemanasan global, tapi Saya akan menulis beberapa solusi yang Saya ketahui, dengan harapan meninformasikan bagi yang tidak tahu dan adanya masukan untuk solusi-solusi baru dari teman-teman yang membaca. Sebelum memaparkan beberapa solusi, terlebih dahulu akan Saya ungkapkan mengenai beberapa dampak pemanasan global pada manusia terutama di Indonesia yang Saya ketahui dari berbagai sumber.

  1. Sumber kebutuhan air tawar untuk sepertiga penduduk dunia akan kering pada tahun 2100. Coba bayangkan, mungkin untuk masyarakat yang mampu akan dapat membeli air dalam kemasan, lalu bagaimana dengan masyarakat miskin? Inilah yang Saya maksud dengan rakyat miskin pada negara berkembang merupakan korban yang paling menderita.
  2. Permukaan air laut naik 9-96 Cm yang mengakibatkan garis pantai bergerser dan penduduk pesisir pantai terpaksa mengungsi. Apa jadinya dengan Indonesia yang merupakan negara kepulauan?
  3. Kekeringan dan kebakaran hutan tropis di Indonesia merjalela, banyak spesies hewan ataupun tumbuhan yang akan musnah, bagaimana dengan manusia?
  4. Beberapa jenis nyamuk yang merupakan vektor penyakit seperti demam berdarah dan malaria akan menyebar keluar dari daerah dataran rendah ataupun daerah tropis. Hal ini disebabkan kekeringan yang berkepanjangan, sehingga makin banyak nyamuk yang muncul dari kubangan air, terlebih lagi pemangsa nyamuk seperti katak jumlahnya akan berkurang karena banyak rawa yang kering. Sekali lagi rakyat miskin akan menjadi yang paling menderita karena mahalnya biaya medis.
  5. Musim kemarau panjang dan musim penghujan singkat menyebabkan gagal panen, bahan pangan akan menipis dan harga meningkat, hanya orang yang mampu yang tidak akan kelaparan.
  6. Intensitas hujan yang besar menjadi badai dan banjir. Mungkin Anda menyadari (seharusnya) bahwa ini sudah terjadi di Indonesia.

Sebenarnya masih banyak lagi dampak yang terjadi, apapun dampaknya kehidupan seluruh makhluk hidup di Bumi ini akan terancam! Lalu apa yang dapat kita lakukan sebagai manusia? Jawabannya adalah: Smart Saving. Mungkin ini hanya sedikit solusi, tapi jika anda mampu untuk melakukan salah satu saja tindakan di bawah ini, Saya yakin bahwa Anda akan menyebarkan semangat penyelamatan lingkungan.

  1. Pilihlah teknologi terbaru, terutama barang elektronik. Teknologi terbaru yang dimaksud adalah teknologi yang ramah lingkungan. Gunakanlah lampu hemat energi! Jika Anda ingin keluar kamar untuk makan atau ke kamar mandi, matikanlah lampu, tv dan berbagai macam alat elektronik yang tidak dibutuhkan walaupun hanya 1 menit.
  2. Jika tidak dalam urusan penting, gunakanlah angkutan umum, jangan gengsi! Jika kantor, kampus atau sekolah Anda dekat dari rumah, gunakanlah sepeda atau jalan kaki, lingkungan sehat Anda pun sehat.
  3. Jika masih dapat digunakan, jangan buang sampah plastik. Jika Anda orang yang mampu, gunakanlah kertas daur ulang. Jika Anda ingin mencetak sesuatu pada kertas dan untuk Anda sendiri, gunakanlah dua sisi kertas dan lakukanlah sampai akhir hidup Anda, bayangkan berapa banyak pohon yang dapat diselamatkan.
  4. Apa Anda sangat perlu air panas untuk mandi? Jika tidak perlu hentikan! Alat pemanas Anda melepaskan karbondioksida ke udara.
  5. Usahakan tidak membeli produk dengan bungkus yang berlapis. Dengan melakukan ini anda dapat mengurangi jumlah sampah. Dengan pengurangan sampah sebesar 1% saja, berarti Anda mencegah 60 Kg karbondioksida yang lepas ke udara.
  6. Tanam pohon di lingkungan Anda, jika tidak bisa menanam cintailah pohon ataupun tumbuh-tumbuhan yang lain. Mengapa? Satu pohon dapat menyerap satu ton karbondioksida seumur hidupnya, bayangkan.
  7. Matikan alat elektronik seutuhnya, jangan biarkan alat elektronik anda dalam keadaan stand-by karena listrik masih tetap mengalir. Alat elektronik yang paling besar jumlahnya dalam keadaan stand-by adalah televisi dan monitor komputer. Mengapa listrik dapat menghasilkan karbondioksida? Karena 70% pembangkit tenaga listrik di dunia masih menggunakan bahan bakar fosil. Dari pembakaran bahan bakar fosil tersebut hanya 30% yang dirubah menjadi energi listrik. Sisanya? Menjadi gas yang sebagian besar adalah karbondioksida dan melayang ke udara. Bayangkan apa yang terjadi ketika kita boros listrik!

Jika Anda sudah membaca tulisan ini, saya sangat berharap Anda dapat menyebarkan solusi-solusi pada orang-orang di sekeliling Anda. Akan lebih baik jika Anda dapat memberikan solusi baru. Jadi jangan lihat masalah ini secara global sebelum anda melihat masalah ini dari diri Anda sendiri. Sekali lagi, dan akan berulang-ulang Saya sampaikan, MULAILAH DARI DIRI SENDIRI.

Written by rifqi

December 6, 2007 at 12:36 pm

Posted in Global Warming

Tagged with

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Well bisa dibilang terlambat bagi manusia untuk mulai mengkampanyekan global warming, namun saya bukan tipe orang yang pesimis, lebih baik telat dari pada tidak sama sekali.

    Tidak mudah menyadarkan orang untuk aware akibat global warming itu sendiri, kecuali becana atau musibah besar memang terlihat nyata didepan mata mereka.

    Peran2 manusia dengan pengaruh besar seperti Al Gore atau Bono memang dibutuhkan, karena mereka yang punya pengaruh untuk menggerakan masa kearah perubahan.

    Terkadang evolusi memang menyakitkan, dua pilihan antara berubah atau hilang di telan zaman (lagi kecanduan nonton heroes nih).

    Sangat tepat memang kalau berkata starts from our self, tapi pertanyaan tersulit adalah “So, Whats Next???”

    Gilang

    December 13, 2007 at 1:24 pm

  2. Maksih

    Lana

    December 15, 2007 at 4:16 am

  3. @Gilang : There will be no next, if you do not start now!

    @Lana: You’re welcome

    rifqiansari

    March 13, 2008 at 11:51 am

  4. Nice article. I can’t agree more: This movement should be started by every one of us. Start doing the good things to the earth and environment.

    It is sad to know that most Indonesians don’t take this issue seriously. Well, I can’t really blame the people since we have lots of poor people. I guess it’s our obligation, the young and the educated, to spread the news to the entire country.

    Let’s get GREEN!

    guebukanmonyet

    April 8, 2008 at 7:01 am

  5. @guebukanmonyet we are on the same road. Let’s go green then.

    rifqiansari

    May 1, 2008 at 5:44 pm


Leave a Reply